Kalender adalah sistem penyusunan yang berfungsi untuk membagi aliran waktu yang berkelanjutan menjadi periode terukur seperti hari, minggu, bulan, dan tahun, di mana penentuan periode ini umumnya didasarkan pada siklus astronomi seperti revolusi Bumi mengelilingi Matahari (kalender surya) atau fase Bulan (kalender lunar). Sebagai alat pengorganisasian yang vital, kalender memungkinkan peradaban untuk melakukan penjadwalan, menandai hari-hari keagamaan dan perayaan, serta mengatur aktivitas penting seperti pertanian, menjadikan Kalender Masehi sebagai sistem surya yang paling banyak digunakan secara global untuk keperluan sipil dan administrasi.
Apa itu Kalender Masehi?
Kalender Masehi adalah sistem tahun yang lahir dari kesalahan kalender Julius. Penghitungan pada Masehi adalah siklus revolusi bumi mengelilingi matahari. Kalender ini terdiri dari 12 bulan dan 365,25 hari. Kalender Gregorius atau Gregorian tetapi banyak dikenal sebagai Kalender Masehi merupakan kalender standar secara global dalam keperluan apapun.
Hubungan Gereja Katolik dengan penciptaan Kalender Masehi
Kalender Masehi adalah revisi dari Kalender Julian yang telah berkembang lama di zaman Romawi. Gereja Katolik melalui Uskup Roma mengeluarkan bulla kepausan Inter Gravissimas pada 24 Februari 1582. Tujuan melakukan reformasi untuk memperbaiki kesalahan pada kalender Julius. Misalnya, perayaan tri hari suci Paskah akan diselaraskan kembali kepada musim semi.
Paus Gregorius XIII, tokoh sentral dalam reformasi Kalender, membentuk tim yang terdiri para anstronom dan matematikawan untuk merancang kalender. Dalam kalender Gregorian, penambahan hari setiap 4 tahun sekali dihapuskan, dan sistem kabisat berlaku empat tahun sekali kecuali tahun yang tidak habis dibagi 400. Jadi, tahun kabisat terjadi pada tahun 2000, tetapi tidak pada tahun 1900, 1800, atau 1700. Kesalahan kalender Julius adalah terdapat pada tahun kabisat yang menyebabkan pergeseran tanggal Paskah selama berabad-abad. Selain penetapan tahun kabisat, Gereja pada saat itu juga memotong 10 hari dari kalender Julius karena ketidaktepatan perhitungan musim yaitu pada Kamis, 4 Oktober 1582 sampai Jumat, 15 Oktober 1582. Pada saat itu juga, 10 hari dihilangkan untuk menyesuaikan pada siklus matahari. Paus pada saat itu juga ‘menyelipkan’ kelahiran Yesus Kristus sebagai titik awal penanggalan Masehi.
Pro dan Kontra Terhadap Kalender Gregorius
Ketika Paus mengumumkan terjadi gejolak diberbagai belahan dunia, seperti negara-negara Eropa dan Rusia. Pasalnya, banyak masyarakat kehilangan 10 harinya dan menyebabkan kerugian melalui kontrak-kontrak atau perjanjian yang terpotong.
Di belahan Eropa yang berada di kalangan Katolik mulai beradaptasi dengan Kalender Gregorius. Namun, negara-negara Eropa yang berlatar Protestan, meragukan otoritas Gereja dan memicu kontroversi. Sebab, pada abad itu pula terjadi Reformasi Gereja yang menyebabkan terpecahnya kepercayaan kepada hierarki Gereja.
Namun, berabad-abad berlalu, banyak negara menggunakan kalender Masehi sebagai sistem standar penanggalan nasional. Tetapi, terdapat pula di belahan dunia masih menggunakan kalender Julius, seperti beberapa bagian di Rusia menggunakan kalender Julian karena mempertahankan tradisi Ortodoks.
Referensi:
https://www.timeanddate.com/calendar/julian-gregorian
Tim Komunikasi Sosial & Sub Seksi Audio Visual
(2022-sekarang)
Paroki Santo Ignatius Loyola – Semplak
