Lumbung Kasih Iglos (LKI) kembali beraksi. Pada hari Minggu, 24 Oktober 2021, mereka berbagi berkat dengan mereka yang terdampak pandemi Covid-19. Total ada sekitar 132 paket bahan makanan yang dibagikan kepada mereka yang membutuhkan. 74 paket diberikan kepada umat 12 Lingkungan (dari keseluruhan 14 Lingkungan) yang ada di Paroki St Iglos. 19 paket dibag ikan kepada karyawan Gereja Iglos. 39 paket diserahkan kepada saudara-saudara di luar Gereja (para penjaga parkir Alfamart dan Indomart serta pengatur lalu-lintas di sepanjang Jl Raya Semplak — Gg Bayam sampai dengan pertigaan perumahan Curug).
Menurut Rm Anton, Pastor Paroki St Iglos, ini bukti kehadiran Gereja di tengah umat. “Ini bentuk kasih Tuhan bagi umat yang tengah membutuhkan pertolongan,” demikian beliau sampaikan dalam homili pada Perayaan Ekaristi pada hari Minggu itu.
Sementara itu Ketua LKI, Bung Rony Emilianus, menyatakan bahwa telah menjadi komitmen pada awal
pembentukan LKI untuk membantu semua warga yang terdampak pandemi Covid-19. Sebagaimana disampaikannya, Gereja ingin hadir di tengah-tengah umat. Menurutnya, “LKI ingin membantu setiap bulan selama masa pandemi….Memang kita punya waktu yang kita sepakati pas pembentukan awal yakni sampai akhir tahun ini. Rutin kita jalani selama ini sesuai dengan kemampuan donasi yang masuk ke Lumbung Kasih.”
Tapi sambil terus membantu, LKI juga berharap bahwa penerima bantuan akan semakin berkurang bila ekonomi semuanya telah mulai berjalan lagi. Dalam hal ini dibutuhkan kejujuran dari semua pihak termasuk dari umat sendiri yang menerima bantuan. “Jadi kalau sudah mampu, oke, kasih ke yang lebih membutuhkan. Itu, sih, harapan kami,” papar Bung Rony.
Selain itu, ada hal lain lagi yang istimewa pada Bakti Sosial (BAKSOS) LKI pada bulan Oktober ini. Dalam kesempatan kali ini, para penjaga parkir dan pengatur lalu-lintas dipilih sebagai salah satu kelompok target penerima paket bahan makanan bantuan dari Gereja. Sebagaimana disadari bersama, sejauh masih berada dalam jangkauan kapasitas kemampuan yang ada, Gereja ingin membantu bukan hanya warga internalnya saja melainkan juga warga eksternal di luar Gereja. ”Semula kita memang konsen ke internal Gereja. Tapi karena saran dari beberapa senior di sini yaitu bahwa lingkungan sekitar Gereja perlu juga diperhatikan maka kami kemudian terpanggil untuk bergerak lebih luas.Gereja harus hadir lebih luas sehingga seperti yang Romo katakan tadi yakni agar bukan cuma kita saja tapi orang lain juga bisa merasakan sumbangsih Gereja yang hadir di tengah masyarakat.” Kali ini, dari pihak warga eksternal, para penjaga parkir dan pengatur lalu-lintas yang dipilih untuk menerima berkat.
Meski, Gereja juga menyadari keterbatasannya. Sebagaimana diakui oleh Bung Rony, “Tapi memang tidak mungkin rutin tiap bulan kita berbagi dengan mereka yang eksternal. Kita melihat donasi yang masuk. Kalau memang ada dana, kita salurkan. Kalau memang tidak ada, ya, sudah….apa boleh buat….”
Di masa-masa sulit seperti sekarang ini terasa ada harapan besar dari warga Gereja –internal maupun eksternal– yang diletakkan di pundak Lumbung Kasih Iglos agar dapat membuat program-program terobosan yang dapat membantu menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi warga. Kita doakan agar ada lebih banyak donatur yang berkenan menyisihkan dana yang dapat diperuntukkan bagi kerja-kerja kemanusiaan Lumbung Kasih Iglos pada masa-masa mendatang. Karya-karya kemanusiaan dari Lumbung Kasih Iglos masih dan senantiasa ditunggu oleh warga. Semoga para penggiat LKI senantiasa dianugerahi rahmat kesehatan dan semangat untuk terus berkarya. Go, Lumbung Kasih Iglos, go! Go, go, go!! Ad Maiorem Dei Gloriam!!! Demi kemuliaan Tuhan yang lebih besar…….(*/dack)
