Dengan mulai difungsikannya sekretariat dan diaktifkannya kegiatan-kegiatan lain layaknya di sebuah paroki maka pada hari Sabtu, 1 Agustus 2015 Stasi Ignatius Loyola Semplak dikukuhkan menjadi Paroki. Dalam rangka itulah mengapa ada suasana yang sedikit berbeda di Gereja St Ignatius Loyola Semplak pada hari Minggu di awal bulan Agustus 2020 itu. Pada hari Minggu, 2 Agustus 2020, Gereja Stiglos menyelenggarakan Misa yang istimewa. Bertindak sebagai selebran utama adalah Bapak Uskup Bogor, Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM. Beliau didampingi oleh 3 imam lainnya sebagai konselebran Misa: Rm Anton, Rm Ridwan dan Rm. David. Ya, pada hari itu Gereja St Ignatius Loyola Semplak merayakan hari ulang tahun kelahirannya yang ke-5. Meski dihadiri oleh umat dalam jumlah yang tidak begitu banyak, karena keterbatasan yang diakibatkan oleh masa pandemik covd-19, misa berlangsung hikmat dan penuh inspirasi.
Dalam homili, Bapa Uskup kita mengungkapkan betapa Allah kita adalah Allah yang baik hati. Allah yang menaruh perhatian pada kita umatnya. Allah yang tidak membiarkan umatnya hidup dalam kekurangan. Hal itu tercerminkan dalam kisah Yesus yang memberi makan kepada orang banyak yang kelaparan. Dalam bagian lain dari homilinya Bapak Uskup juga menyingkap tentang militansi Paulus dalam melayani Tuhan. Paulus rela mengalami semua penderitaan: penindasan, penganiayaan bahkan maut, dalam usahanya mengikuti jejak Yesus Kristus, Juru Selamat kita. Maka umat pun diajak untuk merayakan dengan hati yang penuh belas kasih, juga dengan tingkat militansi yang tinggi, memberi bagi mereka yang kekurangan. Tidak penting seberapa besar yang bisa kita berikan asalkan kita tetap dinaungi oleh semangat untuk berbagi.
Seusai misa, semarak suasana dilanjutkan dengan acara resepsi sederhana di bagian belakang halaman Gereja. Perayaan syukur itu berlangsung sejak sekitar pukul 10.05 WIB. Dibuka dengan doa pembukaan oleh Romo David, acara dilanjutkan dengan pemberian kata sambutan oleh Romo Anton lalu dimeriahkan dengan acara tiup lilin kue ulang tahun dan potong tumpeng sebagai pembukaan acara makan siang bersama .
Dalam kata sambutannya, Rm Anton mengungkapkan rasa syukurnya atas segala karunia yang telah Tuhan berikan bagi Paroki Stiglos ini. Ia juga berharap bahwa persaudaraan, keakraban dan persatuan di antara umat dapat menambah semarak paroki Stiglos hingga akhirnya semua itu dapat memajukan paroki ini menjadi lebih baik lagi
Sehubungan dengan perkembangan Gereja Santo Ignatius Loyola Semplak itu sendiri, Saudara Anton dari DKP memberikan sedikit pendapatnya: “Kegiatan gereja semakin banyak…umat semakin banyak, kegiatan semakin banyak…terbuktilah bahwa kegiatan-kegiatan umat yang dilaksanakan oleh DPP maupun DKP berlangsung dengan baik…gereja ini adalah yang paling muda di Keuskupan Bogor tapi diakui oleh Keuskupan kegiatannya sudah terbilang aktif…aktivitas yang dilakukan oleh DPP maupun DKP sudah sesuai dengan apa yang digariskan oleh keuskupan……” Namun, ia juga memberi sedikit catatan kritis. Ungkapnya, “Cuma satu hal…keterlibatan umat di paroki st ignatius Loyola itu kelihatannya masih terbatas pada orang-orang yang itu-itu saja….masih banyak yang belum terlibat…”
Senada dengan pendapat Bung Anton adalah penilaian dari perwakilan Sie Liturgi, Bapak Kriswantoro. Saat dikonfirmasi tentang keterlibatan umat selama ini ia menuturkan, “O… bagus…jadi keguyuban umat, dukungan umat bagus…saya rasa sih tanggapan umat cukup baik….cukup banyak (yang mau terlibat) tapi saya melihat peluang bahwa masih bisa ditingkatkan….jadi mungkin umat-umat yang belum tergerak partisipasinya itu nanti bisa nyusul lagi karena pekerjaan banyak jadi perlu pekerja yang banyak juga.”
Sekitar pukul 11.00 WIB, kegiatan ramah tamah dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Paroki yang Ke-5 pun usai. Masing-masing lalu beranjak dari tempat perayaan, kembali menangani kesibukan dan tanggung jawab gerejaninya masing-masing. Atau, sekedar menikmati hari yang nyatanya cukup cerah siang itu sambil menimang-nimang pertimbangan tentang apa lagi yang masih bisa dibuat demi semakin luasnya kemuliaan Tuhan di bumi ini. (*/dack)
