Anak anakku, kalian tahu bahwa kalian dalam keluarga besar Yayasan ABAS memiliki banyak saudari dan saudara, sehingga ibu sebagai orang tua tunggal kalian, tak mungkin mengupayakan liburan “mahal” yang dapat dinikmati mungkin dari sebagian besar teman teman kalian.
Namun…ibu harap, sama seperti ibu, kalian juga dapat bersyukur bahwa setiap liburan kalian dapat menikmati kebersamaan tidak hanya di dalam rumah kita tapi juga di tempat lain. Hal ini karena “ Rahmat Kasih Tuhan” selalu tercurah bagi kita melalui banyak orang yang ingin turut ambil bagian dalam hidup kita. Setiap tahun kalian dapat menikmati beberapa hari liburan bersama di Yogyakarta, Malang, Bandung bahkan beberapa diantara kalian ada yang dapat menikmati liburan di Pulau Flores , walau hanya di rumah “Opa” alias Uskup Emeritus Michael Angkur OFM.
Janganlah kalian menganggap bahwa liburan sekolah semata mata hanya merupakan hari hari bebas dari belajar , bebas dari rutinitas harian. Memasuki liburan sekolah bagi kalian adalah juga memasuki “Sekolah Kehidupan” Dalam keheningan siang menjelang sore dimana kalian masih terlelap dalam istirahat siang…ibu ingin mengajak kalian, sekaligus mengajak siapa saja yang akan membaca tulisan ini , untuk melihat kembali sepenggal pengalaman kita bersama yang merupakan bukti nyata “Kasih Tuhan” pada umatNya. Suatu refleksi yang membuat kalian merasa “berharga” Suatu refleksi yang membuat kalian bangga akan hidup kalian, walau sebagian dari kalian tidak pernah mengenal orang tua kandung kalian. 
Kalau di awal kehidupan kalian mungkin banyak orang menolak kehadiran kalian…..saat ini dan di saat saat mendatang ibu yakin banyak orang akan mensyukuri kehadiran kalian dalam hidup dan lingkungan hidup mereka. Janganlah kalian kecewa atau terganggu kalau ada teman teman kalian yang setelah liburan sekolah dengan bangga bercerita tentang liburan mereka di luar negeri dan bertanya pada kalian :” liburan kalian ke mana saja?”
Masih ingatkah kalian 3 tahun lalu kita berlibur bersama ke Jawa Tengah ditemani oleh sahabat kita dari Belanda Bob Romijn. Kita tidak bermalam di hotel hotel yang mahal. Tapi ibu yakin kalian sangat menikmati bermalam di rumah ibunda dari Romo Jatmiko PR di Baturetno.
Tidak banyak anak anak seiusia kalian dapat berlibur bersama sebagai saudara dengan seorang yang memiliki “ Panggilan khusus” dalam Gereja Katolik. Ibu katakan sebagai seorang saudara karena beberapa dari kalian sempat diasuh oleh beliau ketika kalian masih bayi dan balita walau hanya beberapa minggu. Ikatan batin diantara kalian ibu harap tetap terjalin. Masih ingatkah kalian ketika kita bermalam di rumah Romo Parto Pr? Dalam perjalanan menuju rumahnya beliau menunjukkan dan bercerita bagaimana panjangnya perjalanan yang harus dia tempuh dengan berjalan kaki dari rumah menuju sekolahnya setiap hari. Ia bercerita bagaimana beratnya ia meninggalkan keluarga dan kampung halamannya untuk dengan patuh mengikuti ibu ke Bogor demi mengejar ilmu. Saat itu…ibupun tak pernah menyangka bahwa anak kecil yang sederhana itu akhirnya dapat menjadi seorang imam sekaligus salah seorang panutan dan kakak sulung bagi kalian. Ibu harap ada rasa bangga juga di hati kalian memiliki seorang “kakak sulung” yang memiliki “panggilan khusus” dalam Gereja Katolik, walau secara biologis kalian memang tidak ada hubungan darah.
Liburan di biara OFM Labuan Bajo Flores , dimana Uskup Emeritus Bogor kini tinggal merupakan pengalaman tak terlupakan bagi kalian. Dalam liburan ini kalian belajar tentang budaya dan gaya hidup suku lain di tanah air kita. Kalian menikmati kebebasan yang diberikan oleh seorang “Uskup Emeritus “ kepada kalian. Bebas dari jam makan, jam tidur dan jam bermain yang biasanya harus selalu kalian patuhi.
Tahun lalu dengan berkereta api dan tanpa ibu, kalian pergi ke Malang. Bermalam di seminari dan boleh menikmati liburan bersama Romo Anton SVD.
Demikian juga yang terjadi dalam liburan akhir tahun ajaran 2015-2016. Ibu bangga, sangat bangga dengan kalian. Karena dalam liburan ini diantara kalian ada yang berhasil lulus ujian organ di PML Yogyakarta dan lulus ujian balet di Jakarta. Ibu bangga karena kalian mau menikmati liburan sederhana di lereng gunung merapi dan juga di seminari Tinggi Bandung. Ibu bangga karena kalian tetap ceria menjalani hukuman dari ibu yang disebabkan ketidak taatan kalian waktu di panggil oleh Romo Jatmiko untuk snack dan seakan tak mendengar panggilan kalian tetap bermain di kamar. Liburan bukan berarti melupakan kedisiplinan. Ibu bangga karena kalian pandai untuk mengubah hukuman dikunci di kamar sesaat menjadi kenikmatan hidup bersama sebagai “Ikan sarden” dalam kaleng. Wajah polos kalian seakan tak berdosa dan keceriaan kalian dalam menerima hukuman membuat Romo Jatmiko dan ibu lupa akan kenakalan kalian. Ibu bangga karena kalian tetap menjalin kerja sama yang baik dalam menunaikan tugas rutin di luar “Rumah kita”
Ibu harap di setiap liburan kalian sungguh dapat menikmati mengerjakan pekerjaan rumah secara gotong royong seperti hari hari lainnya. Bermain dengan ke 22 anjing anjing kesayangan kalian. Menikmati pemandangan di desa Tonjong di mana kalian tinggal dan dibesarkan sambil bersepeda bersama.
Menikmati kunjungan kalian ke makam para oma dan teman teman kalian di pemakaman Giritama. Kunjungan rutin yang selalu mengingatkan kita bahwa hidup kita di dunia ini hanya bersifat sementara.
Acara kunjungan di saat Idul Fitri ke rumah para karyawan kita yang beragama Muslim juga merupakan acara yang selalu kalian nantikan…Acara silahturahmi juga merupakan “sekolah kehidupan” Belajar menghargai sesama yang mengimani agama lain dari kita. Belajar bersama bersuka ria di hari Raya mereka. Ingatlah anak anakku kita semua sama sama dilahirkan telanjang, polos dan tak berdaya….Kita semua mencari cara untuk mendekatkan diri pada Tuhan. Dengan belajar menghormati sesama yang beragama lain, kita juga menjauhkan diri dari kemunafikan, keangkuhan dan kemarahan yang berlebih dalam perziarahan hidup ini. .
Dengan rasa bangga akan bakat bakat yang kalian miliki sebagai” anak anak ibu “ , ibu tak bosan untuk mengatakan pada kalian yang suka memasak, belajarlah resep resep masakan baru di saat liburan agar kalian tetap mampu membuat dan menyajikan semua pengalaman hidup kalian sebagai masakan lezat beraromakan semangat hidup, juga jika suatu saat nanti selera hidup kalian sedang terasa pahit dan getir. Bagi kalian yang senang menyanyi dan bermain musik , carilah nada nada baru dan indah dalam liburan sekolah agar kalian kelak selalu mampu melagukan syair harapan kehidupan kalian, juga ketika mimpi kalian menjadi kenyataan hidup yang lain. Kepada kalian yang pandai menari berusahalah menciptakan dan mempelajari gerakan tarian baru saat kalian mempunyai cukup waktu dalam liburan sekolah , agar di masa mendatang kalian tetap dapat menampilkan tarian indah perjuangan hidup kalian, juga disaat batin kalian merasa lelah oleh beban yang harus kalian tanggung. Kepada kalian yang pandai melukis , yang pandai membuat rancangan busana, saat liburan merupakan saat di mana kalian dapat mencari inspirasi baru untuk mengekspresikan dalam lukisan dan rancanagan. Suatu saat nanti ibu yakin banyak orang akan terinspirasi oleh lukisan indah sejarah hidup kalian. Rancanglah busana angan angan kalian di saat kalian menikmati liburan dalam usia kelian yang masih belia.
Ingatlah anak anakku, hidup ini selalu penuh perjuangan dan tantangan. Karena itulah bagi kalian yang mencintai olah raga, berenanglah sepuasmu, ajarilah adik adik kalian berenang dalam liburan sekolah karena suatu saat nanti,ibu harap kalian bisa mengjari adik adik kalian terus berenang dengan tenang , juga jika kalian maupun mereka harus melawan ombak dan arus kehidupan ini. Kuatkanlah otot otot kaki kalian saat bermain sepak bola terutama dalam liburan sekolah karena suatu saat kalian harus menendang bola ketidak pedulian yang tiap kali ingin singgah di hati kalian dan harus berusaha mendekap bola kepedulian pada sesama untuk kalian dalam keranjang cinta di hati kalian.
Maria Rosa ,
Desa Tonjong-Bogor, sesaat sebelum Malam Takbiran 2016

Administrator Website Paroki Stiglo Semplak Bogor