Senja itu angin berhembus semilir. Langit cerah dan matahari bersinar lembut. Hari itu hari Minggu, 24 April 2022. Waktu menunjukkan sekitar pukul 17.00 WIB. Di pelataran depan Gereja St Ignatius Loyola Semplak tampak ada kesibukan. Sejumlah bangku-bangku tertata rapih. Di sayap kiri terlihat sejumlah ibu dari PSE dan Legio Maria, didampingi kawan-kawan dari OMK dan beberapa anggota DPP, siap menyongsong para tamu. Di sayap kanan, di atas sebuah meja besar, tampak berjajar sejumlah paket bingkisan.
Dalam rangka meningkatkan tali silaturahmi dengan pegawai Gereja yang beragama Islam dan umat Muslim di lingkungan sekitar Gereja pada bulan suci Ramadhan ini Seksi Pengembangan Ekonomi (PSE) St Ignatius Loyola Semplak mengadakan acara BUKA PUASA BERSAMA (BUKBER). Tema bukber kali ini adalah: “Berbagi Kebahagiaan, Hadirkan Senyum, Untuk Sahabat”. Hadir sebagai undangan, selain para pegawai internal Gereja St Ignatius Loyola Semplak, adalah kawan-kawan pegawai dari banyak tempat: TK Angkasa, SD Angkasa, SMP Angkasa, SMP Penerbangan, Masjid At-Taqwa, Gereja POUK, Gereja GPIB, Megantara dan Pura. Sore itu, mereka semua berhimpun bersama, saling menyapa dan menjalin tali silaturahmi.
Dalam acara “bertukar sapa”, Bung Gregg Djako, yang saat itu berperan sebagai MC, mengungkapkan bahwa silaturahmi kali ini menjadi sangat istimewa karena sudah 2 tahun kita tidak berkumpul seperti ini. “Dua tahun,” demikian cetusnya lagi, “kita dipisahkan oleh Covid. Covid sudah membuat kita semua tidak lengkap. Dalam konteks ada saudara kita yang harus pulang duluan, ada saudara kita yang kehilangan keluarga. Kita yang masih bertahan ini adalah kita yang keluar menjadi pemenang. Dan Idul Fitri yang nanti akan dirayakan oleh saudara-saudara (yang beragama Islam) adalah momen kemenangan, salah satunya adalah kemenangan kita semua.”
Meneguhkan apa yang disampaikan Pak Gregg, Ketua Seksi PSE yaitu Ibu Brigitha Prihandari da Rato, atau yang akrab disapa dengan panggilan Bu Ari, menjelaskan bahwa acara semacam ini telah menjadi bagian dari tradisi Gereja Stiglos dan telah menjadi acara rutin sejak tahun 2017. Namun, pada tahun 2020 dan 2021, Gereja tidak dapat menjalankan acara serupa karena terkendala kondisi Covid. Syukurlah bahwa kemudian situasi dapat kembali membaik. Sore itu, Gereja kembali mengundang para tamu agar dapat kembali menjalin tali silaturahmi di antara kita semua di sini, di Lanud ATS. Bu Ari juga berharap semoga acara ini tidak hanya berlajut sampai di sini melainkan berlanjut terus di tahun-tahun yang akan datang supaya tali silaturahmi dapat terus terjalin.
Romo Anton, selaku Pastor Paroki St Ignatius Loyola Semplak, mengungkapkan hal yang senada yakni bahwa acara serupa ini telah biasa dilakukan oleh Gereja Stiglos. Hanya saja, menurutnya, dulu mungkin suasana lebih ramai karena para tamu undangan hadir bersama istri atau suami dan anak-anak mereka tapi sekarang karena memang situasi belum bebas sepenuhnya acara silaturahmi ini mesti diadakan dengan keadaan yang lebih terbatas. Namun demikian Romo Anton tetap bersyukur bahwa acara serupa ini dapat kembali diadakan.
Dalam acara “bertukar sapa” tersebut turut pula memberikan kesaksian yakni Pak Ridho dari SMP Angkasa dan Pak Kardi, pegawai Gereja Stiglos. Keduanya mengucapkan terima kasih kepada pengurus Gereja Stiglos atas diselenggarakannya acara Buka Puasa Bersama dan Pembagian Paket Bingkisan kali ini. Sebagaimana diungkapkan oleh Pak Ridho, setelah dua tahun terhalang oleh Covid, mereka rindu untuk bisa duduk berdampingan antar agama, saling menghargai, saling menghormati. “Alhamdulilah,” cetusnya, “doa ini dikabulkan karena pada detik ini bisa terwujud.” Ia juga berharap bahwa ke depannya situasi di sini bisa terus sejuk, aman, damai, kondusif dan terkendali. Sementara Pak Kardi menuturkan harapannya agar semua yang terlibat dalam acara ini bisa selalu sehat, dilancarkan rejekinya, tak ada halangan suatu apa pun. “Itu yang kami minta pada Allah SWT,” tegasnya.
Acara “bertukar sapa” dipuncaki dengan tausiah singkat oleh Kabintal Lanud ATS, yakni Bapak Kol. Sus. Mat Nazron, S.Ag. Dalam tausiahnya Bapak Nazron sempat menguraikan apa makna puasa, bentuk-bentuk puasa yang dapat dilakukan serta dampak yang dapat ditimbulkan oleh perbuatan berpuasa. Pada intinya, demikian sempat disampaikannya, puasa itu berbagi. Dan kita memang mahluk sosial yang harus berbagi. Maka ia memuji kegiatan berbagi kebahagiaan yang telah diselenggarakan oleh pengurus Gereja Stiglos. Ia berharap semua itu dapat menjadi pahala bagi yang memberikan dan rizki bagi yang menerima.
Acara “bertukar sapa” berakhir hampir berbarengan dengan saat bedug Maghrib, tanda untuk berbuka. Setelah itu acara dilanjutkan dengan doa oleh Kabintal Lanud ATS tersebut dan disajikannya minuman dan makanan pembatal puasa. Lalu disajikan pula boks santap malam. Selepas itu, acara ditutup dengan kegiatan pembagian paket bingkisan bagi masing-masing tamu undangan.
Usai acara pembagian paket bingkisan,satu per satu tamu undangan pun kembali ke rumah masing-masing dengan membawa serta pesan damai di dalam hati. Semoga tali silaturahmi dapat sungguh terjalin dan persahabatan di antara umat antar agama di lingkungan Lanud Atang Sendjadja dapat terus terjaga. Semoga Tuhan memberkati. (*/dack)
