Teladan Unggul

by | May 1, 2019 | Artikel, Signal

Pernah nggak, menerima lelucon demikian :Ada seorang guru (Jawa) yang bertugas di pedalaman Papua, diminta untuk menyembuhkan anjing piaraan murid-nya yang nyaris tewas. Dengan segala keterbatasannya, ia menyembuhkan anjing tersebut dengan berdoa dan berkata lantang : “Su-asu yen arep modar yo modar-o, yen arep waras ndang waras-o…..pwuih…pwuih…pwuih… (sambil menyemburkan air minum dari mulutnya ke Anjing yang sakit).

Ajaib… dalambeberapa hari anjingnya sembuh.

Pada lain kesempatan guru tersebut mengalami sakit demam tinggi. Karena sakitnya dia tidak bisa mengajar dan terbaring di tempat tidurnya selamatiga hari. Murid yang pernah ditolong disembuhkan anjing nya ingin berbuat sesuatu agar gurunya segera sembuh. Dia teringat doa gurunya saat itu. Karena tidak tahu arti kata per kata, dia anggap sebagai mantra ajaib. Maka dengan seijin gurunya dia mendoakan gurunya. Setelah berdoa sejenak di dalam hati, dia pun berucap di depan gurunya : “Su asu yen arep modar yo modar-o, yen arep waras ndang waras-o ….. pwuih…pwuih…pwuih…”– sambil menyemburkan air putih ke tubuh gurunya.

Sang guru tertawa terpingkal-pingkal melihat ulah muridnya. Ajaib bin aneh …. demam sang guru seketika hilang. Sang guru pun berangsur pulih dan beraktifitas normal kembali.

Saudaraku, apa yang dilakukan oleh guru dimengerti atau pun tidak dimengerti acapkali dicontoh dan diteladani oleh muridnya. Apabila teladan tersebut dilandasi dengan maksud baik tentulah menjadikan kebaikan bagi sesama. Demikian pun dalam ibadat atau pun perayaan iman yang kita ikuti di keseharian kita. Contoh dan teladan yang disampaikan dalam khotbah imam, apabila kita praktekkan dalam niat baik, niscaya menjadi saluran berkat bagi sesama

Pada perayaan Kamis Putih yang lalu, yang merupakan salah satu dari perayaan tri hari suci Paskah, umat Katolik merayakan beberapa peristiwa iman sekaligus, yaitu :

  1. Yesus merayakan perjamuan terakhir dengan para rasul
  2. Yesus membasuh kaki para murid
  3. Yesus menetapkan Ekaristi sebagai sarana kehadiran-Nya
  4. Yesus berdoa dalam sakratul maut di taman Getzemani
  5. Pengkhianatan Yudas Iskariot
  6. Yesus ditangkap dan dipenjara

Dari banyak peristiwa iman tersebut yang selalu diingat oleh kebanyakan umat Katolik adalah pembasuhan kaki para murid. Ya, jika kita mengikuti Perayaan Kamis Putih kita akan mendapati sesudah Homili dari Imam, 12 orang wakil umat terpilih akan tampil ke depan altar. Imam akan turun dari altar, melepas jubahnya, mengenakan kain lampin, dengan dibantu sejumlah petugas liturgi Imam mencuci kaki ke-12 orang wakil umat satu persatu, mengeringkannya dengan handuk kecil dan menciumnya. Hmm yakin deh, beberapa dari bapak-bapak (dan pada kesempatan perayaan kemarin ada pula ibu-ibu) yang berkesempatan menjadi wakil lingkungannya, dibasuh kakinya.

Adakah dari anda sekalian yang berfikiran pembasuhan kaki tersebut adalah sesuatu yang lebay ….? atau kah suatu keutamaan yang unggul dari iman Katolik ?

Perlu diketahui disini, Iman Katolik bersumber dari tiga hal : Kitab Suci, Tradisi Suci dan Pengajaran dari Bapa Suci gereja (Magisterium). Perayaan Ekaristi yang kita lakukan hingga saat ini diambil dari apa yang tertulis dalam Kitab Suci dan juga tradisi suci gereja yang berlangsung pada zaman Yesus dan para Rasul. Pembasuhan kaki sebenarnya adalah hal yang lazim pada saat itu. Jika kita membayangkan situasi alam geografis tanah terjanji pada zaman Yesus dan masa-masa sebelumnya adalah pemukiman dengan jalan-jalan yang menghubungkan dari satu tempat ke tempat yang lain banyak berdebu. Jika orangbepergian atau pulang dari bepergian, kakinya tentu kotor oleh debu yang menempel sepanjang perjalanan, perlu dibasuh dan dibersihkan terlebih dahulu sebelum masuk rumah.

Untuk meyakinkan adanya kebiasaan pembasuhan kaki, perhatikan beberapa peristiwa penting yang dicatat oleh pengarang Kitab Suci berikut. Masih ingat cerita mukjizat pertama Tuhan Yesus dalam pesta perkawinan di Kana yang di Galilea ? Bagaimana Tuhan Yesus mengubah kegalauan pemimpin pesta menjadi takjub pada anggur yang melimpah. Tahukah saudaraku air apakah yang diubah oleh Yesus menjadi anggur yang berkualitas ? Iyes !!… Air yang diperuntukkan untuk pembasuhan kaki tamu yang hadir  dalam perjamuan nikah. (Yoh. 2:1-11)

Peristiwa yang lain …Waktu Yesus diundang makan di rumah orang Farisi, bagaimana Yesus menyindir tuan rumah yang tidak membasuh kakinya ?  melainkan ada wanita pendosa yang membersihkan kaki Yesus dengan air matanya dan menyeka mengeringkan dengan rambutnya, dilanjut dengan meminyakinya dengan wewangian. (Luk. 7:36-50). Yesus memuji perempuan berdosa tersebut bahkan mengampuni segala kesalahan dan dosanya.

Dari dua contoh peristiwa yang dicatat dalam Kitab Suci tersebut diatas, menunjukkan urusan basuh membasuh kaki adalah tradisi yang umum pada zaman itu. Sudah layak dan sepantasnya lah demikian. Apakah yang menjadi istimewa sedemikian sehingga peristiwa pembasuhan kaki “diangkat” menjadi topik khusus dalam perjamuan terakhir ? Marilah kita baca bacaan Kitab Suci yang menjadi acuan peristiwa perjamuan terakhir yang diperingati pada perayaan Kamis putih, yakni injil : Yoh. 13:1-15.

Pembasuhan kaki itu sendiri dalam hal ini diulang tidaklah aneh, jika itu dilakukan oleh hamba untuk tuannya. Tidak lah aneh jika dilakukan oleh murid kepada guru Nya. Tindakan pembasuhan kaki ini menjadi istimewa karena dilakukan oleh Yesus kepada murid-muridNya. Yesus yang oleh para rasul disebut sebagai guru dan Tuhan membasuh kaki murid-muridNya. Suatu adat kebiasaan, tatakrama yang dijungkir balikkan. Wis pokok e nggak masuk akal. Hingga Yesus menjelaskannya pada ayat-ayat berikutnya menjadi masuk akal.

Ternyata Yesus sedang memberikan contoh pada murid-muridNya. Termasuk kita, jika kita mengaku sebagai muridNya juga. Bahwasanya, Yesus yang adalah guru dan Tuhan, yang menurut takaran duniawi – tinggal duduk manis dan dilayani, tinggal wedhar perintah dituruti oleh pengikutnya; tidaklah menggunakan kenyamananNya tersebut. Yesus memberikan perintah baru. Memberikan contoh, memberikan teladan :untuk berani melepaskan hak dan kenyamanan sebagai orang yang pantas untuk dilayani, menggantikannya dengan semangat mau melayani orang lain. Agar kita mau saling membantu, saling melayani.

Kita yang adalah murid Yesus diperintahkan untuk saling membantu, saling melayani dalam mendapatkan dan menemukan Keselamatan. Bahwasanya Kerajaan Allah bukan diperuntukkan untuk kita sendiri, bukan untuk sekelompok eksklusif kita sendiri, melainkan untuk sebanyak mungkin manusia yang mau menanggapi positif tawaran keselamatan Allah.

Bahwasanya sikap melayani tanpa dilandasi oleh kasih, tanpa disemangati oleh kerendahan hati akan menjadi sangat berat. Melayani adalah mengasihi. Melayani adalah memberikan apa yang kita miliki : harta, waktu, perhatian, kehormatan, gengsi, … pada orang lain. Kita dituntut untuk berani menyangkal diri kita, berani meninggalkan kenikmatan dan kenyamanan kita. Kita diberikan teladan lebih jauh lagi … Kita yang adalah anak-anak Allah, pewaris Surga, mau mengosongkan diri dan mengambil rupa sabagai hamba.

Kelihatannya saling membasuh kaki adalah suatu tindakan yang mudah dan sederhana. Apakah kita sanggup mulai mempraktekkannya di dalam keluarga kita ? Suami membasuh kaki isteri. Isteri membasuh kaki suami. Orang tua membasuh kaki anak-anak, Anak-anak membasuh kaki orang tua. Kita nyatakan semangat saling melayani di dalam keluarga. Bila ternyata berhasil dilakukan di dalam keluarga, tentu saja kita bisa ditingkatkan ke relasi yang lebih luas : Saling membasuh kaki antar warga lingkungan, antar pengurus gereja.

Demikianlah, setiap kali kita mengikuti perayaan Kamis Putih Sabda Yesus pada kita : “Perintah baru terimalah, supaya kamu saling mengasihi. Seperti Aku mengasihi kamu, sabda Tuhan”  hendaknya tidak saja terngiang sebagai lagu, melainkan sebagai semangat baru untuk saling melayani di dalam keluarga dan antar warga lingkungan.  19 April 2019

#Baru_Klinthing  (*Kontributor Stiglos/admin)

Lainnya

Sejarah Kalender Masehi: Dari Gereja untuk Dunia

Kalender adalah sistem penyusunan yang berfungsi untuk membagi aliran waktu yang berkelanjutan menjadi periode terukur seperti hari, minggu, bulan, dan tahun, di mana penentuan periode ini umumnya didasarkan pada siklus astronomi seperti revolusi Bumi mengelilingi...

Kedatangan Relikui Santo Ignatius Loyola di Semplak

Relikui diambil dari bahasa Latin “reliquiae” yang berarti peninggalan. Jadi, relikui adalah benda-benda peninggalan dari orang yang dianggap kudus. Sejak pembaptisan tubuh kita menjadi Bait Allah, yang berarti tempat dimana Allah berdiam (bdk. 1 Korintus 3:16). Dalam...

Menyatukan Iman Kristen Indonesia: Perjalanan PGI dan KWI

Di sebuah perjalanan panjang penyebaran Injil di Indonesia, terdapat dua organisasi besar yang berperan sebagai wadah pembinaan, pengajaran dan penyebaran Injil yang bertujuan membina jemaat-jemaat Kristen di Indonesia. Kedua organisasi ini selalu bergandeng tangan...

Cinta dalam Pandangan Gereja Katolik

Cinta, bagai cahaya lilin yang menerangi kehidupan. Dalam ajaran Gereja Katolik, cinta bukan sekadar perasaan sesaat, melainkan perjalanan spiritual yang mendalam. Cinta adalah kompas yang menuntun kita menuju kebahagiaan sejati, sebuah pelabuhan damai di tengah badai...

Kisah Martir dari Roma, Santo Valentinus: Awal Mula Valentine Day

Valentine Day atau Hari Kasih Sayang yang diperingati setiap tanggal 14 Februari, biasanya seseorang menukarkan hadiah seperti kado, coklat, ataupun sekadar ucapan. Namun, pernahkah mendengar kisah Santo Valentinus?   Identitas & Riwayatnya Valentinus yang...

Yesus Orang Nazaret*

oleh: Aris Sukarto       Pendahuluan   Injil Markus memulai pemberitaannya dengan pernyataan: “Inilah permulaan Injil Yesus Kristus, Anak Allah” (Mrk 1:1). Penekanan Yesus sebagai Anak Allah tampak di sini. Namun, ini bukan satu-satunya penekanan...

Kampung Asal Yesus

oleh: Michael Dhadack Pambrastho     0. PENGANTAR   Boleh jadi Yesus Kristus adalah pribadi yang paling berpengaruh dalam sejarah. Ia lahir, hidup, dan wafat di Palestina, daerah pinggiran Kekaisaran Roma. Ia tampil di depan umum hanya selama 3 tahun...

Pesona Kata 20230603

  Lalu kata Yesus kepada mereka: “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat, jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat.” (Mrk 2: 27-28)   ***   Perpecahan dalam Gereja? Pembaruan-pembaruan Konsili Vatikan, apa lagi...

Pesona Kata 20230531

  Aku berkata kepadamu: “Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga” (Mat. 18:18).   ***   Reformasi Gereja. Konsili Vatikan II sebenarnya mau mendorong reformasi...

Pesona Kata 20230528

    Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya. Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, daripada...