Caringin, Bogor — 18–19 April 2026.
Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Keuskupan Bogor menggelar pertemuan se-keuskupan di Wisma Kinasih, Caringin, Bogor. Pertemuan yang berlangsung selama dua hari ini menjadi ruang bersama bagi para pengurus PSE untuk semakin memahami hakikat panggilan mereka dalam pelayanan Gereja.
Menggali Hakikat Peran PSE di Paroki
Dalam sesi-sesi yang digelar, para peserta diajak untuk kembali melihat dua peran penting PSE di tengah dunia modern yang serba cepat dan penuh tantangan:
- Diakonia Karitatif – pelayanan kasih bagi sesama yang membutuhkan bantuan langsung.
- Diakonia Transformatif/Pemberdayaan – upaya Gereja untuk menghadirkan perubahan yang membangun kemandirian masyarakat.
Di tengah realitas sosial yang masih menyisakan jurang ekonomi antara yang kaya dan yang miskin, Gereja dipanggil untuk hadir secara nyata. Karena itu, setiap pengurus PSE diundang untuk menjalankan tugasnya dengan kesetiaan, kejujuran, keikhlasan, dan semangat kasih yang tulus.
120 Peserta dari 27 Paroki
Pertemuan ini dihadiri oleh hampir 120 pengurus PSE yang mewakili 27 paroki di Keuskupan Bogor. Suasana penuh sukacita begitu terasa sepanjang acara. Para peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga saling berbagi pengalaman, bertukar informasi, dan mendiskusikan berbagai kegiatan pelayanan yang telah dilakukan di paroki masing-masing.
Interaksi ini menjadi wadah pembelajaran bersama—peserta saling menginspirasi dan saling memotivasi, sehingga PSE di setiap paroki dapat terus berkembang dan semakin relevan menjawab tantangan zaman.
Penutup: Perayaan Ekaristi
Pertemuan dua hari ini ditutup dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Pastor Ridwan bersama seorang diakon. Misa penutup menjadi momen syukur atas semangat pelayanan yang terus tumbuh, serta peneguhan bagi para pengurus PSE untuk kembali mewartakan kasih Kristus melalui karya nyata di tengah umat dan masyarakat.





Komsos – Paroki Ignatius Loyola Semplak
