Gembala Meninggalkan Domba: Tanggapan Bijak Seorang Umat

by | Feb 22, 2026 | Artikel, Signal

Ketika hari mulai berakhir dan akan berganti, matahari mulai terbenam, tersiarlah kabar yang mengejutkan. Bukan sebuah penemuan, melainkan pengakhiran. Gembala yang baik, sabar, penuntun arah dombanya yang pelan-pelan menuju kemajuan kandangnya, meninggalkan kawanan domba. Alasannya? “Menjaga persatuan kawanan domba.”

Masa pertobatan mengajak kita bersatu menjadi keluarga Katolik yang rukun. Hendaknya pertobatan ini dilakukan bukan karena paksaan, melainkan keikhlasan. Dalam peristiwa yang terjadi beberapa akhir ini, terbagilah kawanan-kawanan domba di suatu kandang. Tidak untuk bersatu, melainkan membentuk sebuah kubu. Bukan memperdamai, apalagi melerai. Sebaliknya, sang gembala terus ditekan dengan berbagai hal. Domba yang disebut suci, berubah menjadi ambisi. Persatuan hanyalah sebuah formalitas julukan di dalam kemunafikan.

Misa Peresmian Gedung Aula Santo Paulus Paroki Santo Ignatius Loyola

Mereka yang berjubah, membutuhkan doa, ungkapan pujian, ataupun sebuah tangan yang diulur untuk mereka berjuang hadapi dunia yang kian menekan.

Terkadang, manusia sering kali merasa dirinya hebat dan melampaui langit. Namun, Tuhan dengan tegas akan merendahkan yang tinggi hatinya. Manusia kadang kala mencampuri urusan sesamanya, ibarat domba yang mencari-cari rumput tetangganya. Sadarilah, mereka yang tertahbis adalah manusia lemah yang butuh pertolongan. Mereka merelakan segalanya, meninggalkan duniawi demi gerejawi. Mereka yang berjubah, membutuhkan doa, ungkapan pujian, ataupun sebuah tangan yang diulur untuk mereka berjuang hadapi dunia yang kian menekan. Hierarki hanyalah susunan jabatan titipan, bukan sebuah kebanggaan personal. Bukan soal susah atau sulit, tetapi bertahan atas tekanan adalah ujian bagi seorang gembala.

Marilah mendoakan para gembala-gembala kita:

  • PS 181: untuk para imam,
  • PS 182: untuk para uskup atau paus,
  • PS 184: kepada mereka yang membutuhkan panggilan.

Lainnya

Mengenal Allah Dalam Devosi

Oleh Frans  P. Liwun Bagaimana orang dapat mengenal Allah? Sedangkan Allah itu tidak bisa kita lihat dan diraba. Lalu ‘siapakah Allah itu sebenarnya?’ Pertanyaan tersebut tidak mudah dijawab walaupun dengan logika yang jelas, jika tanpa menyertakan iman. Oleh karena...

Bekerja Dalam Terang Jalan, Kebenaran dan Hidup

Oleh  Frans  P. Liwun Setiap tanggal 1 Mei, Pemerintah menetapkan sebagai Hari Buruh Nasional dan bertepatan dengan hari ini Gereja mengajak kita untuk merenungkan makna kerja melalui pribadi Santo Yusuf Pekerja, sekaligus memulai berdevosi rosario pada Bulan Maria....

Per Mariam Ad Jesum: Melalui Maria Menuju Yesus

Oleh Frans P. Liwun Bulan Mei ini, Gereja Katolik mengajak kita untuk menghormati Bunda Maria melalui devosi rosario. Pada kesempatan ini umat secara pribadi atau  bersama umat lain untuk berdoa rosario. Ijinkan saya sedikit mengisahkan pengalaman waktu saya dan...

Jeritan yang Tak Dijawab: Wajah Kesepian dalam Penderitaan Yesus

Oleh : T.H. Hari Sucahyo* Seruan itu “Eloi, Eloi, lama sabachthani?” bergema melampaui waktu, melampaui teologi, melampaui batas-batas bahasa manusia yang terbatas. Ia bukan sekadar kutipan dari mazmur, bukan pula hanya penggenapan nubuat, melainkan jeritan paling...

Sejarah Puasa Katolik: Dari “Black Fast” hingga Aturan Modern

(Gambar: Daniele Crespi (1598-1630), “The Supper of St. Charles Borromeo”) Tradisi puasa dalam Gereja Katolik memiliki perjalanan panjang yang menarik. Banyak umat mungkin tidak mengetahui bahwa sebelum abad ke-13, Gereja menjalankan pola puasa yang sangat ketat yang...

Hari Orang Sakit Sedunia 2026

Pesan Paus Leo XIV - HOSS 2026 : Klik Disini Liturgi Misa HOSS 2026 : Klik Disini Komuni Orang Sakit : Klik Disini

Doa Keluarga Tahun Pastoral 2026 Keuskupan Sufragan Bogor

Allah Tritunggal Mahakudus, Engkau yang bertakhta di dalam Kerajaan Surga. Dari kisah Kitab Suci Keluarga Kudus Nazareth: Yesus, Maria dan Yosef memberikan keteladan ketaatan total kepada kehendak-Mu, Keluarga Zakharia dan Elisabeth memberikan keteladanan kesabaran...

Sejarah Kalender Masehi: Dari Gereja untuk Dunia

Kalender adalah sistem penyusunan yang berfungsi untuk membagi aliran waktu yang berkelanjutan menjadi periode terukur seperti hari, minggu, bulan, dan tahun, di mana penentuan periode ini umumnya didasarkan pada siklus astronomi seperti revolusi Bumi mengelilingi...

Kedatangan Relikui Santo Ignatius Loyola di Semplak

Relikui diambil dari bahasa Latin “reliquiae” yang berarti peninggalan. Jadi, relikui adalah benda-benda peninggalan dari orang yang dianggap kudus. Sejak pembaptisan tubuh kita menjadi Bait Allah, yang berarti tempat dimana Allah berdiam (bdk. 1 Korintus 3:16). Dalam...